Taman Yeoido merupakan taman umum yang di kunjungi cukup
banyak orang. Karena selain menikmati keindahan bunga-bunga yang mekar, di sini
masyarakat dapat melakukan berbagai kegiatan seperti bersepeda, main sepatu
roda, atau duduk-duduk dibawah pohon sampai menikmati makanan. Disamping itu
ada juga fasilitas untuk anak-anak dan fasilitas olah raga. Disini juga
terdapat beberapa ekor kelinci yang lucu-lucu yang cukup menarik perhatian
anak-anak. Tanam Yeouido terlihat cukup indah pada musim semi apalagi kalau di
pandang dari tempat kerja saya di lantai 5 gedung KBS yang benar-benar
menghadap tanam Yeouido.
Bunga-bunga cherry (sakura) yang tumbuh disekitar taman
Yeouido yang mekar sebelum mereka datang sudah mulai gugur, namun bunga-bunga
musim semi lainnya masih terlihat dengan keindahannya yang berwarna-warni.
Bunga-bunga ini menjadi latar bagi orang-orang yang senang mengambil photo di
taman ini.
Dirgahayu RI ke-63. Pada tanggal 17 Agustus tahun ini,
Indonesia merayakan Hari Kemerdekaanya yang ke-63. Terlepas dari makna
kemerdekaan itu bagi masing-masing anak bangsa, HUT RI biasanya di isi dengan
upacara penaikan bendera dan berbagai permainan, perlombaan dan hiburan (dengan
melupakan insiden-insiden kecil di tanah air). Perayaan HUT RI seperti ini di
negara tercinta sudah menjadi hal yang biasa. Bagaimana dengan di luar negeri ?
Di Seoul, Korea Selatan Peringatan detik-detik proklamasi yang dipimpin Kuasa Perdagangan bapak Koster Gultom (posisi dubes sudah lama kosong) berlangsung dengan sederhana dengan diikuti beberapa masyarakat Indonesia yang (dengan berbagai alasan) tinggal di negara ginseng ini. Sebagaimana biasa peringatan HUT RI, maka peringatan di KBRI Seoul juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Bpk. Koster Gultom yang kemudian diserahkan kepada salah seorang masyarakat Indonesia yang senior yang hadir pada acara itu.
Di Seoul, Korea Selatan Peringatan detik-detik proklamasi yang dipimpin Kuasa Perdagangan bapak Koster Gultom (posisi dubes sudah lama kosong) berlangsung dengan sederhana dengan diikuti beberapa masyarakat Indonesia yang (dengan berbagai alasan) tinggal di negara ginseng ini. Sebagaimana biasa peringatan HUT RI, maka peringatan di KBRI Seoul juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Bpk. Koster Gultom yang kemudian diserahkan kepada salah seorang masyarakat Indonesia yang senior yang hadir pada acara itu.
Nah...yang tidak kelupaan disini adalah acara perlombaannya,
ada tarik tambang. balap karung, bawa gundu dan makan kerupuk serta masukin
paku kedalam botol. Namun sebelumnya sudah diadakan lomba foto, dan beberapa
pertandingan yang diikuti tidak begitu banyak orang, seperti bowling, bola
sodok, tenis dan juga gaple...Bagaimana dengan hiburannya ?
HUT RI ke-63 yang di hadiri sekitar 200an orang warga RI di
Korea Selatan ini juga diisi dengan hiburan yang cukup menarik. Disamping
anak-anak yang menyanyikan beberapa lagu nasional, juga hadir sekelompok pemain
angklung warga Korea. Walau usia sudah tergolong lanjut, namun mereka tetap
dapat menyajikan permainan angklung yang lumayan bagus. Lagu yang dimainkan
diantara Halo-halo Bandung yang tampa dikomando para hadirin ikut
menyanyikannya. Setelah acara makan siang selesai, maka kegiatan yang paling
dinikmati para hadirin adalah dangdut-an dan campur sari-an. Para
"musisi" dari KBRI ditambah rekan-rekan group Campur Sari
"Devisa" yang kesemua personilnya adalah TKI mencoba memberikan hiburan
gratis ala Agustus-an. Disini yang mau joget dipersilahkan joget, yang mau
menyanyi juga diberi kesempatan. Pokeke...semua goyang...yang tua, yang muda,
yang laki, yang perempuan, yang udah kawin, yang belum kawin, yang punya
jabatan, yang kagak menjabat apa-apa semuanya....kalau mau silahkan.....!
Maklum hanya sekali setahun !




0 komentar:
Posting Komentar